Rabu, 26 November 2014

Laporan DBD 8 - Fungsi, PL/PGSQL dan Trigger

PRAKTIKUM DESAIN BASIS DATA
Fungsi, PL/PGSQL dan Trigger


Dibimbing oleh :
 Aziz Musthafa, S.Kom





Oleh :
Achsin Muflichuddin   11650036



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAN NEGERI  MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2014


8.1 Bahasan dan Sasaran
8.1.1 Bahasan
         - Pada bab kali ini akan membahas tentang fungsi
         - Selain hal itu akan dibahas juga mengenai pl/pgsql dan triger
8.1.2 Sasaran
         - Mahasiswa memahami dan menggunakan fungsi dalam database PostgreSQL
         - Mahasiswa memahami dasar penggunaan PL/PGSQL dan TRIGER
8.2 Materi
8.2.1 Pendukung Fungsi
        PostgreSQL memiliki fungsi yang dapat mengubah suatu nilai dalam suatu kolom atau barismenjadi huruf besar. Fungsi tersebut bernama upper(nama_kolom), berfungsi memanggil fungsi upper dengan nama_kolom sebagai argumen sehingga menghasilkan nilai pada kolom dalam huruf besar. Berikut Struktur SQL untuk menampilkan data dalam huruf besar semua :

          SELECT upper ([nama kolom]) FROM [nama tabel];

Berikut struktur SQL untuk menampilkan data dimana huruf pertama saja yang besar :

          SELECT initcap ([nama kolom]) FROM [nama tabel];

8.2.2 Fungsi
        Fungsi SQL adalah sebuah kumpulan query, biasanya query yang detail dan panjang yang dibungkus menjadi satu dan disimpan dalam database dan kemudian apabila diperlukan hanya tinggal mengaksesnya tanpa mengetikan query detail. Sedangkan untuk memunculkan fungsi dapat menggunakan query \df.

Ada beberapa konsep yang menarik dari fungsi antara lain:

• Bahasa yang dipakai dapat didefenisikan sendiri dengan tersedianya parameter LANGUAGE, tanpa harus mengkompilasi ulang PostgreSQL.
• Kita dapat membuat dua buah fungsi dengan nama yang sama namun parameter masukkannya yang berbeda, baik tipe data maupun jumlahnya.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat fungsi antara lain:

• Nama Fungsi
• Nomor dari fungsi argument
• Tipe data dari setiap argument
• Tipe dari hasil fungsi
• Fungsi action
• Bahasa yang digunakan oleh fungsi action.

Berikut contoh sederhana pembuatan fungsi SQL untuk perkalian dari tiga inputan :

db_personal=> CREATE FUNCTION perkalian (FLOAT, FLOAT, FLOAT)
db_personal-> RETURNS FLOAT 
db_personal-> AS 'SELECT ($1 + $2) * $3;' 
db_personal-> LANGUAGE 'sql'; 
CREATE

db_personal=> SELECT perkalian (10,10,10); 
perkalian 
----------- 
200 
(1 row)

Contoh yang lain dalam pembuatan fungsi SQL untuk mencari jumlah pegawai dari tabel pegawai berikut :
Berikut kode SQL nya : 

Create function jumlah_pegawai() 
Returns bigint 
As ‘select count(*) as jumlah_pegawai from pegawai;’ 
Language ‘sql’;

Maka hasilnya sebagai berikut : 

Select jumlah_pegawai(); 
Jumlah_pegawai 
---------------------- 
(1 row)

8.2.3 Fungsi PL/PGSQL
         PL/PGSQL merupakan bahasa yang lain untuk membuat sebuah fungsi, biasanya bahasa ini digunakan untuk menangani fungsi yang lebih kompleks. Pl/pgsql sudah terdapat dalam instalasi PostgreSQL.

Keuntungan penggunaan Fungsi PL/PGSQL :

1. Meningkatkan kinerja karena mengurangi pengiriman kode dari klien ke server.
2. Meningkatkan keamanan karena pengaksesan data tertentu ditangani dalam server.
3. Meningkatkan konsistensi data saat sejumlah aplikasi memanggil prosedur yang sama;

        Sebaliknya kelemahannya yaitu server akan lebih terbebani karena banyak proses yang harus ditangani. Sedangkan query PL/PGSQL agar lebih mudah di pahami akan dibagi menjadi 2 yaitu pembuatan fungsi dan pembuatan definisi.

- Berikut Struktur pembuatan fungsi dalam pl/pgsql :

1. Pembuatan fungsi : 

CREATE [OR REPLACE] FUNCTION nama_fungsi ( argtype , ... ]) 
RETURNS tipe_data 
AS ‘definisi’ 
LANGUAGE ‘plpgsql’;

2. Pembuatan definisi : 

DECLARE nama_variable tipe_data /* deklarasi variabel, type */ 
BEGIN 
/* prosedural dan SQL masuk disini seperti select, update dan sebagainya*/ 
Return nama_variable /* blok ini yang wajib */ END;

- Menghapus fungsi :
DROP FUNCTION nama_fungsi(paramater, parameter, parameter ... );
Contoh : 
DROP FUNCTION pembagian(text);

Berikut ini implementasi dari contoh penggunaan fungsi dengan bahasa PL/PGSQL: 

db_personal=> CREATE FUNCTION pl_caripegawai (integer) 
db_personal-> RETURNS text 
db_personal-> AS 'DECLARE hasil TEXT; 
db_personal'> BEGIN db_personal'> SELECT INTO hasil nama as nama_mahasiswa 
db_personal'> FROM pegawai 
db_personal'> WHERE id = $1; 
db_personal'> RETURN hasil; 
db_personal'> END;' 
db_personal-> LANGUAGE 'plpgsql'; 
CREATE

db_personal=> SELECT pl_caripegawai (1); 
pl_caripegawai 
----------------- 
Hendro 
(1 row) 

db_personal=> SELECT pl_caripegawai (2); 
pl_caripegawai 
-------------------- 
Tika 
(1 row)

Contoh berikut menunjukkan query percabangan yang akan menampilkan nilai terkecil dari dua buah parameter : 

create function percabangan (x integer,y integer) 
returns integer 
as ‘declare nilai_terkecil integer; 
begin 
if x < y then 
select into nilai_terkecil x; 
else 
select into nilai_terkecil y; 
end if; 
return nilai_terkecil; 
end;’ 
language ‘plpgsql’;

Hasil sebagai berikut : 
Select percabangan (300,250); 
Percabangan 
----------------- 
250 
(1 row)

Contoh berikut menunjukkan query perulangan yang akan menampilkan akumulasi dari jumlah perulangan :

Create function perulangan (a integer,b integer) 
Returns integer 
As ‘ declare nilai_awal integer default a;
Hasil integer default 0; 
Begin

Loop

If nilai_awal > b then Exit; 
End if; 
Hasil := hasil+nilai_awal; 
Nilai_awal := nilai_awal+1;

End loop;

Return hasil; 
End;’ 
Language ‘plpgsql’;

Hasilnya sebagai berikut : 
Select perulangan (1,5); 
Perulangan 
---------------- 
15 
1 (row)

8.2.4 Triger
         Trigger digunakan untuk menyisipkan sebuah fungsi pada saat suatu record di-INSERT, UPDATE dan DELETE. Trigger sangat ideal untuk mengecek atau memodifikasi sebuah data pada kolom sebelum dimasukkan ke dalam database, sehingga sebuah fungsi dapat dipanggil setiap saat secara otomatis ketika sebuah row akan dimodifikasi. Ciri khas dari fungsi yang diperuntukkan untuk trigger adalah menghasilkan output bertipe OPAQUE. Tipe opaque adalah sebuah tipe yang menginformasikan pada database bahwa fungsi tersebut tidak menghasilkan satu dari tipe data yang ditetapkan SQL dan tidak secara langsung dapat digunakan dalam statemen SQL. Language (bahasa) PL/PGSQL dapat digunakan untuk trigger procedure, fungsi untuk trigger ini memiliki beberapa variabel khusus yang terdeklarasi secara otomatis.
Variabel tersebut antara lain:

- NEW : Variabel yang berisi nilai baru suatu record pada saat INSERT atau UPDATE, bertipe RECORD.
- OLD : Variabel yang berisi nilai lama suatu record pada saat UPDATE atau DELETE, juga bertipe RECORD.

Berikut ini beberapa contoh penggunaan fungsi sebagai trigger procedure:
Contoh : trigger berikut ini memastikan isi field atau kolom nama pada tabel anggota selalu huruf besar.
langkah pertama buatlah fungsinya terlebih dahulu : 

db_personal=> CREATE FUNCTION tes_trigger() 
db_personal-> RETURNS opaque 
db_personal-> AS 'BEGIN 
db_personal'> NEW.nama := UPPER(NEW.nama); 
db_personal'> RETURN NEW; 
db_personal'> END;' 
db_personal-> LANGUAGE 'plpgsql'; 
CREATE

         Kemudian lanjutkan dengan pembuatan trigger yang berfungsi untuk memanggil fungsi secara otomatis ketika kita melakukan INSERT ataupun UPDATE pada tabel anggota. 

db_personal=> CREATE TRIGGER tes1_trigger 
db_personal-> BEFORE INSERT 
db_personal-> ON anggota 
db_personal-> FOR EACH ROW 
db_personal-> EXECUTE PROCEDURE tes_trigger(); 
CREATE

Cobalah INSERT beberapa data ke dalam tabel anggota : 

db_personal=> INSERT INTO anggota (id, nama) 
db_personal-> VALUES (26, 'andhie'); INSERT 70831 1 
db_personal=> INSERT INTO anggota 
db_personal-> VALUES (83, 'rWatia'); INSERT 70832 1

         Tampilkan isi dari tabel anggota, hasilnya seperti pada tabel di bawah ini. Jadi setiap data yang kita INSERT walaupun dalam penulisannya menggunakan huruf kecil, namun secara otomatis trigger akan memanggil fungsi yang bertugas untuk mengganti setiap data yang masuk agar hasilnya nanti selalu menjadi huruf besar:

db_personal=> SELECT * FROM anggota;

id | nama
--------+-------------
26 | ANDHIE
83 | RWATIA
(2 rows)

Hasil Praktikum 

1.
 












2. 







3. 











4. 










5. 














Evaluasi Perbandingan PostgreSql dan MySql

         Dalam PostgreSql perlu menambahkan bahasa/language yang dipakai contoh pl pgsql. Tentang percabangan, setelah query if, atau else if serta else maka menggunakan select  into variable (values), dan insert. Pada tipe Char atau Varchar tidak perlu diberi ukuran. Sedangkan untuk MySQL sebaliknya, tidak perlu menambahkan bahasa/language, tipe Char atau Varchar diberi ukuran karena jika tidak diisi akan eror, pada percabangan menggunakan then return concat(values), serta mendeklarasikan variabel terlebih dahulu sebelum meng-insert.

Penutup
1. Kesimpulan
          Berdasarkan praktikum diatas dijelaskan dan di praktekkan tentang fungsi, pl/pgsql dan trigger bahwa terjadi perbedaan fungsi query antara postgresql dan mysql seperti yang telah di kemukakan dalam evaluasi antar keduanya.
2. Saran dan Manfaat
          Semoga sedikit materi diatas dapat berguna bagi pembaca sekalian, terutama bagi penulis untuk lebih mengembangkan ilmu dan pemahamannya 
3. Kritik
          Mohon maaf jika dalam penulisan laporan ini banyak kekurangan dan semoga dapat diperbaiki untuk laporan selanjutnya.

Daftar Pustaka
Modul Praktikum Database 2014



Rabu, 19 November 2014

Laporan DBD 7 - Sub Query dan Index

PRAKTIKUM DESAIN BASIS DATA
Sub Query dan Index


Dibimbing oleh :
 Aziz Musthafa, S.Kom





Oleh :
Achsin Muflichuddin   11650036



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAN NEGERI  MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2014

7.1 Bahasan dan Sasaran
7.1.1 Bahasan
         - Pada bab kali ini akan membahas tentang sub query dan indeks
         - Selain hal itu akan dibahas juga mengenai cluster, kolom unik dan trim
7.1.2 Sasaran
         1. Mahasiswa memahami dan menggunakan sub query dan indeks dalam pengelolaan database
         2. Mahasiswa memahami cara penggunaan cluster, kolom unik dan trim.
7.2 Materi

7.2.1 Select Into Statement
         Query select into statement merupakan query SQL yang digunakan untuk mengopi informasi dari tabel ke tabel yang lain tanpa membuat tabel sebelumnya.
         Berikut struktur query penggunaan select into statement untuk mengopi semua data dari tabel1 ke tabel yang baru : 

SELECT * INTO newtable FROM table1;

Berikut struktur query penggunaan select into statement untuk mengopi data berdasarkan kolom tertentu dari tabel1 ke tabel yang baru : 

SELECT column_name(s) INTO newtable [IN externaldb] FROM table1;

Contoh :
- Mengopi semua data dari tabel mahasiswa ke tabel baru yang dinamakan „identitas 1‟: 
     Select * into identitas1 from mahasiswa;
- Mengopi data pada kolom nim dan nama dari tabel mahasiswa ke tabel baru yang dinamakan „identitas 2‟: 
     Select nim_mhs, nama_mhs into identitas2 from mahasiswa;

7.2.2 Sub Query
         Subquery atau query Nested merupakan bentuk query yang terdapat dalam query yang lain. Subquery dapat ditempatkan dalam klausa where, having, from bersama dengan operator perbandingan seperti = untuk baris tunggal dan untuk baris berganda menggunakan in, not in atau <>, < any, >, >=,<=. Penggunaan sub query dapat diterapkan pada pernyataan SELECT, UPDATE, DELETE, dan INSERT. Bentuk penggunaannya sebagai berikut :

Select nama_kolom from nama_tabel where nama_kolom operator (subquery);

Berikut contoh dari subquery menggunakan data pegawai :

- Mencari nama pegawai yang memiliki jabatan yang sama dengan pak hendro bisa menggunakan query sebagai berikut :

Select nama_peg,jabatan_peg from pegawai where jabatan_peg in (select jabatan_peg from pegawai where nama_peg=’Hendro’);

Hasil :




- Mencari nama pegawai yang gajinya lebih besar dari pegawai dengan nama Dodi bisa menggunakan query sebagai berikut :
Select nama_peg,gaji_peg from pegawai where gaji_peg > any (select gaji_peg from pegawai where nama_peg =’Dodi’);

Hasil :





- Mencari nama pegawai yang gajinya lebih besar dari 950000 dan jabatannya bukan seperti jabatan pak hendro bisa menggunakan query sebagai berikut :
Select nama_peg, jabatan_peg, gaji_peg from pegawai where gaji_peg >= 950000 and jabatan_peg <> (select jabatan_peg from pegawai where nama_peg=’Hendro’);

Hasil :





7.2.3 INDEKS
        Indeks disini berguna dalam suatu pencarian nilai atau data dalam database. Dalam suatu kasus ketika mengakses sebuah tabel biasanya DBMS akan membaca seluruh tabel baris perbaris hingga selesai. Ketika baris sangat banyak dan hasil dari query hanya sedikit, maka hal ini sangat tidak efisien. Seperti halnya ketika kita membaca sebuah buku dan ingin mencari kata atau istilah tertentu dalam buku maka biasanya akan di cari dengan membuka setiap halaman dari awal sampai akhir. Dengan adanya indeks buku maka kita cukup dengan membuka indeks, sehingga akan cepat dalam pencarian kata tersebut. PostgreSQL tidak bisa membuat indeks dengan otomatis, sehingga user dapat membuat indeks tersebut untuk sering kali digunakan kolom, biasanya dalam clause WHERE. Berikut struktur SQL :

CREATE INDEX nama_index ON nama_tabel (nama kolom);

Contoh :
- Pada tabel pegawai kita berikan index pada kolom gaji untuk query sebagai berikut :

Create index gaji_index on pegawai(gaji_peg);

Hasil :







Apabila kita memasukkan dengan nama yang sudah terdapat pada data terdahulu akan terdapat error.

7.2.4 KOLOM UNIK
        Unique berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadinya duplikasi nilai (kesamaan data) dalam sebuah kolom, hal ini dapat ditangani dengan membuat sebuah indeks unik atau fungsi unik sendiri pada kolom yang dimaksud. Unique ini sering digunakan dalam pembuatan bukan primary key namun membutuhkan cek dupikasi agar tidak ada yang sama, karena dalam primary key sudah otomatis mempunyai sifat unik. Berikut Struktur SQL saat pembuatan tabel baru :
CREATE TABLE nama_tabel (nama_kolom tipe_data unique);
Ketika tabel sudah ada kita bisa menggunakan cara seperti pada BAB. 2 berikut struktur SQL nya :
ALTER TABLE nama_tabel ADD UNIQUE (nama_kolom);
Untuk menghapus unique berikut caranya :
ALTER TABLE nama_table DROP CONSTRAINT NAMA_CONSTRAIN

7.2.5 Check
        Check berfungsi untuk melakukan pembatasan nilai masukan dalam sebuah kolom, sebagai contoh misalkan kita ingin agar kolom gender yang terdiri dari satu karakter hanya memiliki dua pilihan karakter yaitu M (male) atau F (Fimale) ini dapat kita seting dengan menggunakan CHECK. Dengan menggunakan CHECK maka sebuah kolom hanya bisa diisi dengan data yang memenuhi kriteria dalam CHECK.

7.2.6 Penggunaan TRIM
Suatu ketika pasti akan memiliki data yang di dalamnya terdapat spasi kosong yang tidak diperlukan, misalnya spasi ganda. Jika ada masalah seperti ini, kita dapat membersihkan spasi-spasi kosong yang tidak diperlukan menggunakan fungsi TRIM, RTRIM, dan LTRIM. Ketiga fungsi ini memiliki bentuk penggunaan sebagai berikut :
- RTRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kanan (Right) String.
- LTRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kiri (Left) String.
- TRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kiri, kanan, maupun tengah String
Berikut Struktur SQL nya :
Select trim(nama_kolom) from nama_tabel;
Dalam penggunaannya, fungsi TRIM memiliki tiga opsi. Ketiga opsi ini dapat digunakan untuk menentukan karakter apa yang akan dihapus dari suatu String. Jadi, fungsi TRIM juga dapat menghilangkan karakter tertentu (bukan spasi kosong saja) dari suatu string. Opsinya sebagai berikut :
- LEADING : merupakan opsi untuk menghilangkan karakter terpilih yang ada di sebelah kiri. Parameter Leading diartikan sebagai sufik dari karakter yang ada.
- TRAILING : merupakan opsi untuk menghilangkan karakter terpilih yang ada di sebelah kanan String. Parameter Trailing diartikan sebagai sufik dari karakter yang ada.
- BOTH : merupakan opsi yang dapat menangani parameter Leading maupun Trailing.
Berikut Struktur SQL nya :
Select trim(LEADING ‘karakter, misal : -’ from nama_kolom) from nama_tabel;

Hasil Percobaan








Evaluasi 
Dalam percobaan diatas, ada beberapa yang memiliki struktur query dan hasil yang sama, dan juga ada beberapa yang berbeda dan ada fungsi yang tidak bisa dipergunakan di MySql contoh fungsi Check, juga fungsi trim yang hanya bisa digunakan di PostgreSql. 

Penutup
1. Kesimpulan
          Berdasarkan praktikum diatas dijelaskan dan di praktekkan tentang sub query (query di dalam query) dan cara penggunaannya secara mendetail antara lain select into, index, kolom unik, check serta trim dll
2. Saran
          Perlu pemahaman dan pembelajaran lebih banyak agar bisa menguasai materi ini karena sudah mulai mendetail arah dan kegunaannya
3. Kritik
          Mohon maaf jika dalam penulisan laporan ini banayak kekurangan dan semoga dapat diperbaiki untuk laporan selanjutnya.

Daftar Pustaka
Modul Praktikum DBD